Apa perbedaan BPM dan BPMN dan mengapa penting dipahami mahasiswa?

Posted on

Perbedaan BPM dan BPMN

Agar perbedaannya semakin jelas, perhatikan tabel berikut:

AspekBPM (Manajemen Proses Bisnis)BPMN (Pemodelan Proses Bisnis dengan Notasi)
DefinisiCara mengelola dan meningkatkan proses bisnisCara menggambarkan proses bisnis secara visual
TujuanEfisiensi, efektivitas, inovasiDokumentasi, komunikasi, analisis
LevelStrategis & manajerialTeknis & operasional
HasilProses yang lebih baik & terukurDiagram proses bisnis
PenggunaPimpinan, manajer, analis bisnisMahasiswa, dosen, analis, developer

Mengapa mahasiswa & dosen pemula harus memahami BPM dan BPMN?

Bagi Mahasiswa:

  • Skripsi & penelitian: BPM membantu berpikir strategis, BPMN membantu menuangkan ide dalam bentuk diagram standar.
  • Kesiapan karier: Perusahaan butuh karyawan yang bisa memahami proses bisnis sekaligus menggambarkannya.
  • Manajemen pribadi: Pola pikir BPM bisa dipakai untuk mengelola rutinitas kuliah. Misalnya mengatur alur pengerjaan skripsi dari awal hingga sidang.

Bagi Dosen Pemula

  • Membimbing lebih efektif: BPMN membuat diskusi dengan mahasiswa lebih jelas.
  • Menjelaskan teori dengan mudah: BPM kadang abstrak, tapi BPMN menjadikannya nyata melalui diagram.
  • Relevansi dengan industri: Dengan mengajarkan BPM dan BPMN, dosen membantu mahasiswa menyiapkan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja dalam hal mengelola dan memvisualisasikan proses bisnis.

Studi kasus mini: Peminjaman buku perpustakaan

  • Peran BPM: Perpustakaan meninjau bagaimana mempercepat layanan, mengurangi antrean, dan memastikan kepuasan mahasiswa.
  • Peran BPMN: Pengelola dapat menggambarkan langkah-langkahnya: mahasiswa mengisi formulir → pustakawan mengecek ketersediaan → sistem mencatat → notifikasi jatuh tempo dikirim.

Dalam hal ini terlihat jelas bahwa BPM memberi arah manajerial, sedangkan BPMN memberi gambaran visual agar semua orang paham alurnya.


Kelebihan dan kekurangan menggambarkan proses bisnis dengan BPMN

Kelebihan BPMN

  • Digunakan luas di dunia akademik dan industri, sehingga hasil diagram bisa dipahami lintas organisasi.
  • Mempermudah memahami alur proses dibandingkan teks panjang.
  • Komunikasi efektif: Di dalam kelas → menjadi jembatan komunikasi antara dosen dan mahasiswa. Di industri software → menjadi jembatan komunikasi antara analis bisnis dan developer.
  • Mampu menyoroti bagian proses yang lambat, boros, atau tidak efisien.
  • Simbol dasar seperti event, task, gateway bisa cepat dipelajari mahasiswa.

Kekurangan BPMN

  • Pemula bisa bingung dengan banyaknya simbol.
  • Ada risiko diagram jadi “hiasan” tanpa benar-benar memperbaiki proses.
  • BPMN kuat di detail teknis alur proses, tetapi bukan menunjukkan arah strategis organisasi.

Penutup

BPM dan BPMN bukanlah hal yang sama, tetapi saling melengkapi.

  • BPM adalah kerangka manajemen untuk mengoptimalkan proses bisnis.
  • BPMN adalah notasi standar Internasional untuk menggambarkan alur proses bisnis.

Bagi mahasiswa, pemahaman terkait BPM dan BPMN penting untuk menggambarkan proses bisnis, dan sebagai pemahaman yang nantinya berguna ketika telah masuk ke dunia industri.

BPM memberi Anda cara berpikir strategis, BPMN memberi Anda cara menjelaskannya. Keduanya adalah bekal agar teori di kelas bisa berubah menjadi praktik nyata di lapangan

Di tahap awal ini, coba pilih satu proses sederhana di kampus, seperti pengajuan rencana kuliah (pengambilan mata kuliah). Silahkan kelola secara keseluruhan proses bisnis, kemudian identifikasi aktivitas mana di dalam proses-proses tersebut yang dapat diperbaiki? Dengan latihan sederhana ini, Anda sedang membangun keterampilan yang sangat penting untuk masa depan akademik dan profesional Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *